Perkuat Komitmen Kemanusiaan di Bulan Santri, Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli Salurkan Infaq dan Sedekah kepada BAZNAS
PenulisM. MUNIR
Editor(RED)
SUMENEP (AksaraDigdaya.com) — Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli menyalurkan infak dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2026), pukul 08.00 WIB, di halaman Masjid As-Sholihin Bhuju’ Korse, Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli dalam memaknai momentum Bulan Santri melalui aksi nyata di bidang kemanusiaan. Yayasan berupaya menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam praktik kepedulian sosial, tidak terbatas pada pendidikan dan penguatan spiritual, tetapi juga melalui kontribusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh pimpinan MI dan MA Nurul Islam al-Mannan Djasuli. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam bentuk plakat senilai Rp1.000.000 dan uang tunai sebesar Rp1.000.000. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp2.000.000.
Kepala MI Nurul Islam al-Mannan Djasuli, KH. Basyid Mujib, menegaskan bahwa komitmen kemanusiaan merupakan bagian penting dari pengabdian yayasan kepada masyarakat. Kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan, menurutnya, menjadi wujud pengamalan ajaran Islam sekaligus tanggung jawab moral lembaga pendidikan terhadap lingkungan sosial.
KH. Basyid Mujib berharap bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sumenep dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu. Nilai bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjadi pemantik tumbuhnya semangat berbagi, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Staf Fundraising BAZNAS Kabupaten Sumenep, Hakiki, menyampaikan bahwa momentum Bulan Santri merupakan kesempatan untuk memperkuat peran santri dan lembaga pendidikan Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai keagamaan perlu berjalan selaras dengan kepekaan sosial, terutama dalam merespons kesulitan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh lembaga pendidikan, yayasan, maupun berbagai lembaga lainnya dalam menumbuhkan budaya zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Langkah ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai filantropi sejak dini,” ujar Hakiki.
Penyaluran infak dan sedekah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya berbagi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai kepesantrenan dapat diwujudkan melalui tindakan konkret, kepedulian terhadap sesama, serta keberpihakan kepada kelompok yang membutuhkan.
Yayasan Nurul Islam al-Mannan Djasuli berkomitmen untuk terus menumbuhkan semangat kemanusiaan melalui berbagai kegiatan sosial. Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam membangun solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial di Kabupaten Sumenep.












