Sambut Hari Jadi ke-757 Sumenep, Siswi SMK Al-Karimiyyah Pukau Pengunjung Media Expo Lewat Tari Belijje’en
PenulisAHMAD SYAFIQ NASRULLAH
EditorREDAKSI
SUMENEP (AksaraDigdaya.com) – Kisah pedagang sayur keliling menjadi daya tarik di Panggung Hiburan Media Expo, Sabtu (31/10/2026). Tiga siswi Sanggar Larassati SMK Al-Karimiyyah Sumenep membawakan tari tradisional Belijje’en menjelang peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
Penampilan tersebut menghadirkan gerakan tari yang dinamis sekaligus mengangkat kehidupan masyarakat Madura. Tarian ini menggambarkan aktivitas pedagang sayur yang berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya.
Ketiga penari berasal dari Beraji, Kecamatan Gapura. Mereka adalah Dwi Nafayatun Nazilia, Indri Afrianansyah, dan Isti Komariah. Penampilan mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Sumenep kepada pengunjung Media Expo.
Kepala SMK Al-Karimiyyah Sumenep, Fendi Susanto, S.Pd.I., mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Sanggar Larassati. Kesempatan tersebut dinilai menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan potensi dan kreativitas.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga karena Sanggar Larassati mendapat kesempatan tampil di Panggung Hiburan Media Expo. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat luas,” ungkap Fendi.
Guru pembina tari, Siti Sofa Riskianti, S.Pd., menjelaskan bahwa tari Belijje’en mengangkat kisah pedagang sayur keliling yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep.
“Tari Belijje’en ini terinspirasi dari aktivitas pedagang sayur yang berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Gerakannya menggambarkan interaksi pedagang dengan masyarakat yang menunggu kedatangan mereka untuk berbelanja. Kami ingin mengangkat kebiasaan sederhana tersebut menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai budaya,” jelas Siti Sofa.
Tradisi tersebut dikenal melalui ungkapan bahasa Madura, ekaso’on dhari settong bengko ka bengko selaen kantos masyarakat se ngambhek Belijje. Tarian ini berupaya menghadirkan kembali suasana kehidupan masyarakat yang akrab dengan aktivitas pedagang sayur keliling.
Kesempatan tampil di Media Expo juga meninggalkan kebanggaan bagi para penari. Dwi Nafayatun Nazilia, Indri Afrianansyah, dan Isti Komariah menganggap pengalaman tersebut sebagai kesempatan berharga untuk belajar sekaligus memperkenalkan kesenian daerah.
“Kami merasa senang dan bangga bisa tampil di Media Expo, terlebih kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menjelang Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Pengalaman ini membuat kami semakin mengenal tari tradisional dan ingin terus belajar melestarikan budaya daerah,” ungkap para penari.
Keterlibatan Sanggar Larassati menunjukkan bahwa SMK Al-Karimiyyah Sumenep tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi vokasi. Sekolah tersebut juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, berekspresi, dan berkontribusi dalam pelestarian seni budaya.
Tari Belijje’en membawa pesan bahwa kebudayaan tidak selalu lahir dari kisah besar. Aktivitas sederhana masyarakat juga menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan identitas yang patut dijaga.
Penampilan di Panggung Hiburan Media Expo menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada generasi muda. Semangat pelestarian tersebut diharapkan terus tumbuh melalui kreativitas dan keterlibatan generasi penerus.












