Isu Megathrust Selat Sunda, Perantau Sumenep di Jakarta Bicara Kekhawatiran
PenulisHidayatur Robby
EditorSubaydi
JAKARTA — Informasi mengenai potensi gempa megathrust Selat Sunda yang beredar di media sosial turut menjadi perhatian Dian, perantau asal Sumenep, Madura, yang tinggal dan bekerja di Jakarta.
Dian bekerja menjaga toko kelontong di kawasan Grogol, Jakarta, dekat Stasiun Grogol. Ia mengetahui informasi mengenai potensi gempa tersebut melalui media sosial.
Dian mengaku khawatir setelah mengetahui informasi tersebut. Menurutnya, kondisi sebagai perantau membuat dirinya perlu lebih berhati-hati selama berada jauh dari kampung halaman.
“Iya, saya khawatir. Harus lebih berhati-hati, apalagi sedang di perantauan,” kata Dian saat diwawancarai.
Dian juga mengaku merasa takut ketika menjaga toko kelontong setelah mengetahui informasi tersebut. Ia mengatakan telah menghubungi keluarganya di Sumenep.
Jika gempa terjadi saat dirinya sedang menjaga toko, Dian mengatakan akan mengutamakan keselamatan dan mencari tempat yang lebih aman.
“Yang penting mencari keselamatan, pergi ke tempat yang lebih aman,” ujar Dian.
Selain itu, Dian berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap infrastruktur untuk memastikan keselamatan masyarakat.
“Harapannya agar segera mengevaluasi infrastruktur guna memastikan keselamatan publik,” kata Dian.
Di sisi lain, informasi mengenai megathrust perlu dipahami secara tepat. Klaim yang menyebut BMKG telah mengumumkan akan terjadi gempa megathrust di seluruh wilayah Indonesia pada 2026 dinyatakan tidak benar.
BMKG menegaskan bahwa teknologi saat ini belum mampu memprediksi secara akurat waktu, lokasi, dan kekuatan gempa. Potensi gempa dan tsunami di sejumlah zona megathrust merupakan bagian dari kajian risiko dan upaya mitigasi bencana, bukan kepastian mengenai waktu terjadinya gempa.
Karena itu, masyarakat perlu menyikapi informasi kebencanaan secara tenang dan kritis. Masyarakat juga perlu memeriksa informasi melalui sumber resmi serta meningkatkan kesiapsiagaan sebagai langkah menghadapi potensi bencana.














